suka kutipan paling atas, paling bawah, dan filosofi menulis di antaranya. 🙂

nuri april

Bukan masalah di mana, kau menari

Bukan soal bagaimana, kau berlari

Tapi adalah mengapa, kau di sini…

Bagiku, menulis adalah seperti menyeduh kopi. Kau tak lantas menuangkan segalanya ke dalam cangkir. Kau butuh meraciknya terlebih dulu agar kopi itu bisa kau nikmati. Bukan soal apakah kopimu akan menjadi harum. Tapi… menyeduh kopi adalah tentang menghangatkan perutmu yang kedinginan, memberantas ngantukmu saat persiapan ujian, atau sekadar memberi rasa pada lidahmu yang terasa hambar. Akhirnya, menyeduh kopi adalah tentang menyeruput suatu tujuan. Menyeruput efek samping pula yang tak pernah kau niatkan: kebiasaan. Dan aku ingin kopiku menjadi kebiasaan yang baik, yang akhirnya menjadi candu, zat adiktif bagi hidupku. Bukan semata-mata untuk membuat hariku terasa lebih berjiwa, tapi untuk membuat tiap kalanya terasa begitu bermakna. Karena aku ditakdirkan ada, karena aku diciptakan tak sia-sia…

* * *

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,” begitu kata Ali bin Abi Thalib. Ini salah satu tujuanku menulis. Lainnya…

View original post 268 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s