Pergerakan Mahasiswa, Kampus, dan Demokrasi.

Pergerakan Mahasiswa, Kampus, dan Demokrasi.

Adalah hal yang terdengar sedikit klise ketika berbicara perihal peran mahasiswa: iron stock, agent of change, dan moral force. Klise, bahkan kadang utopis, namun tetap enak untuk didengar, dilihat, dan seringkali dijadikan bintang yang menggantung di langit, sebagai harapan ideal seorang mahasiswa.

Berkutat dengan teori-teori normatif di buku-buku, berdiskusi untuk mengembangkan gagasan dan wacana, seringkali menjadikan mahasiswa akrab dengan sebutan idealis. Namun idealis tak cukup menjadikannya berintegritas manakala hanya sebatas lisan berucap tanpa tindakan kokret. Ia akan dianggap mendekati limit perfecto membawa perubahan manakala keutuhannya teruji di lapangan kemasyarakatan, berfikir sinergis antara intelektual dan logika perut rakyat.

Resi mahasiswa yang reaktif ala Soe Hok Gie sudah berlalu, klimaksnya pada 1998 yang menggulirkan rezim Soeharto. Memasuki satu dekade lebih pasca Reformasi, pola gerakan mahasiswa begerak dari elit ke alit, dari extra parliamentary strategy menuju optimalisasi semua bentuk kerja advokasi. Mengutip kata-kata salah seorang senior di kampus, secara sederhana, kita tidak sekedar “menyelamatkan bayi yang setiap hari dibuang di sungai, tetapi mencari dan mencegah adanya pembuangan bayi dengan tindakan yang terprogram dan terarah.” Sehingga jelaslah karakter gerakan mahasiswa kini: paradigmatik yang pro-aktif. Di sini, adagium “ilmu mendahului ucapan dan tindakan” menjadi aksiomatik, menjadikan segala gerak harus berdasarkan kajian mendalam dan berbasiskan pengetahuan dan data empirik.

Turunan nyata dari tataran das sollen yang saya sampaikan di atas adalah keterlibatan elemen mahasiswa dalam setiap penghasilan kebijakan yang pada akhirnya berdampak pada eksistensi mahasiswa sebagai unsur istimewa dari masyarakat itu sendiri. Tidak hanya berbicara pada tataran bangsa, namun juga skup yang lebih dekat dan lekat: kampus. Ya, kampus yang ibarat miniatur negara ini tentu tak bisa menanggalkan mahasiswa sebagai elemen terbesar, dan implikasi logisnya bukan hanya menjadikannya sebagai obyek hasil kebijakan, melainkan sebagai subjek yang berperan aktif menentukan nasibnya sendiri. Maka di sinilah alam demokrasi menemukan titik temunya dengan takdir seorang mahasiswa.

Sekarang kita tidak lagi berbicara panjang lebar perihal bebas atau tidaknya benak mahasiswa dari intervensi pihak luar. Merupakan sebuah keniscayaan ketika ia bergelut dengan teori-teori yang normatif, kemudian melihat relitas sosial yang ada, lantas ia merumuskan kecenderungan pribadinya untuk berpihak pada ideologi yang mana. Ideologi tersebut tentu, secara langsung tidak langsung, bersentuhan dengan dunia luar yang kemudian kita sebut dengan pihak eksternal kampus, baik dalam bentuk lembaga advokasi, organisasi kemasyarakatan, atau bahkan partai politik. Namun, tetap ada garis pembeda antara ideologi yang dimiliki mahasiswa dengan yang dimiliki pihak-pihak luar tersebut, yakni dalam hal aplikasi. Pribadi seorang mahasiswa cenderung untuk bergerak lurus sesuai dengan ideologi yang diyakininya, karena realita yang lebih sering dihadapinya adalah dunia kampus yang menuntutnya untuk berfikir ilmiah dan obyektif, berbeda dengan realita yang dihadapi oleh pihak luar yang cenderung menerjemahkan ideologi mereka sesuai alur kepentingan segolongan orang.

Menyatukan antara pikiran-pikiran idealis seorang mahasiswa dengan perkembangan realita kemasyarakatan adalah sebuah tantangan. Namun baginya, tetap ada prioritas untuk mendahulukan dunia yang sangat akrab dengan kehidupannya, yaitu pendidikan. Topik ini selamanya akan tetap menjadi fokus kajian kemahasiswaan walau sebesar apapun intervensi pihak luar ingin menggugurkannya. Adapun isu yang lebih spesifik lagi adalah pengawalan terhadap RUU Perguruan Tinggi serta kebijakan-kebijakan internal kampus yang berdampak besar bagi kehidupan mahasiswa.

14 April 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s