Sampang

Sampang

memandang kerusuhan Sampang tidak bisa hanya dengan view kemarahan terhadap “sebuah-umat-beragama-yang-anarkis”, tetapi juga harus dengan kepandaian membedakan antara masyarakat Indonesia yang belum matang secara sosiologis, “sebuah-agama” yang menjadi (simbol) mayoritas kaum beragama di Indonesia, dan kompleksitas sejarah “syi’ah-sunni” yang tidak bisa dipandang sederhana.

ah, Indonesia.

tak henti kudoakan kedamaian untukmu sentausa..

dan seharusnya sumber damai itu ada pada membuminya nilai-nilai yang kita sebut, “agama”.. atau memang kita sudah mati rasa, hingga nilai kebaikan universalpun nyaris tak tersisa di sana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s