percaya

percaya

“aku percaya,” matahari masih malu-malu untuk tenggelam, seperti memberi kekuatan untuk Sil, meski hanya dalam bentuk pemberian bayangan. “aku percaya setiap orang di dunia ini pada dasarnya baik..”

Sal menghela nafas, “naif kau.” hanya dua kata. datar. ribuan argumentasi di kepalanya rontok seketika.

hening sejenak.

“lantas, kau sebut apa itu luka yang membuatmu pincang berjalan? itu contoh kebaikan mereka padamu?” intonasinya sedikit naik. ini kesekian kalinya ia kelelahan sendiri menghadapi Sil.

Sil menggerakkan sedikit kepalanya ke arah Sal. Ia merasa terganggu dengan sentakan yang menghujam dalam kata-kata Sal. Tapi hanya sekejap, lantas senyum lurusnya kembali.

“kalaupun memang ada orang yang jahat, aku percaya suatu saat nanti dia bisa jadi orang baik..” senyum lurus Sil menyimpul, tatap jenakanya tengadah ke arah cakrawala.

Sal menggeleng-gelengkan kepalanya, “aku tidak paham lagi, terserah kau sajalah”. lagi-lagi, ia menyerah. langkahnya mulai bersiap meninggalkan Sil.

“semua yang terjadi di dunia ini kan atas izin Allah, Sal. itu yang kau sering ajarkan pada anak-anak itu kan? biar semua pengkhianatan, cibiran dan setiap perilaku buruk yang orang lain timpakan pada kita, semuanya biar Allah yang membalasnya. aku hanya ingin percaya bahwa ada kebajikan yang mengintip dari setiap orang, bahkan penjahat sekalipun.. bagiku itu cukup sebagai balasan.”

Sal terdiam. skak mat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s