titipan-tanggung jawab

titipan-tanggung jawab

Sebuah pemberian titipan selalu diiringi dengan pertanggungjawaban. Tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan mengembangkannya. Maka jika suatu saat sang pemberi mengambil titipan, bisa jadi karena kita sudah dianggap tidak/belum mampu bertanggung jawab, atau memang ia hendak mengurangi beban pertanggungjawaban kita, kelak. Begitu pula ketika Allah menitipkan segala karunia-Nya kepada kita, kesadaran bahwa kita harus bertanggung jawab atasnya juga harus senantiasa diulang.

Atas setiap pemberian-Nya yang kini menjelmakan hidupmu menjadi pelangi, bersyukur dan mawas dirilah. Pantaskan diri bahwa memang kau layak mengemban titipan tersebut, dan tak tergeragap menjawab di sidang akhirat kelak.

Atas setiap pemberian-Nya yang sudah diambil kembali, bersyukur dan berbahagialah, itu tandanya kau sudah cukup dengan apa-apa yang ‘tersisa’. Kau juga semakin lapang dengan berkurangnya beban pertanggungjawabanmu, bukan?

Atas setiap pemberian yang masih kau harapkan datangnya, letakkan harap sekedarnya saja, sembari berikhtiar pula memantaskan diri di hadapan-Nya. Karena barangkali Dia mengganggapmu belum cukup mampu bertanggung jawab atas titipan-Nya, belum cukup tangguh mengemban segala resikonya. —————————————————————

Sebuah refleksi atas ‘wafatnya’ Eci ( 28-07-2008 s.d 08-10-2012) 😀

Dan atas berjuta pelajaran yang Dia beri tentang pemberian-titipan, dan binar-redup bintang di langit malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s