tentang setia dan kecewa

tentang setia dan kecewa

Kesetiaan pada hal yang transendensial akan membuat kekecewaan kita pada batas yang sewajarnya. Menyayangi dan membenci manusia karena nilai yang melekat padanya. Menegur dan siap ditegur kalau-kalau memang mulai melenceng dari hal yang asasinya. Dan setiap ketaatan dan kesetiaan yang tak berlandas pada pemahaman dan penyandaran yang kuat dengan-Nya, adalah kekecewaan yang menunggu waktu..

Terus belajar memaafkan kesalahan orang lain merupakan proses pembelajaran menerima diri sendiri: bahwa kita sama-sama manusia yang juga pernah mengecewakan.

sebab, siapalah kau berhak larut dalam kecewa yang teramat? merasa punya beban paling berat? merasa sudah yang paling hebat? merasa sudah memberi yang teramat banyak? coba telan bulat-bulat perasaanmu itu, hadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang-orang yang jauh di depanmu, berbuat jauh lebih banyak darimu, namun lebih mampu mengendalikan rasa kecewanya. memilih bangkit kembali dan terus bergerak memberi, sebab yakin ada Allah yang Maha Mengetahui..

sekali lagi, bukan da’wah yang butuh kau, tapi kaulah yang butuh da’wah!

ya, seperti kata Ustadz Ahmad Deedat, dengan adanya kau atau orang lain bersama Islam, ia pasti akan menang. Sedang kau tanpa Islam, pasti tersesat dan rugi..

Advertisements

One thought on “tentang setia dan kecewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s