Gaza dan karya

Gaza dan karya

😥

wafyahdi

Gaza
Aku mencintaimu
Tapi kakiku berat, tak jua mampu beranjak dari gelimang dunia nyaman di kediaman
apalagi menjejak tanahmu yang bersyarat bersiap kematian

Gaza
Lidahku lafalkan lagi cinta padamu
Walau tanganku tak tega luapkan seluruhan harta
dari kantong kemeja untuk deritamu
Bahkan sesedikit itupun aku tak seringan Ash-Shiddiq yang sisakan tiada untuk keluarga

Gaza
Sampai parau suaraku teriakkan cintaimu
Meski ragaku terseok pada panggilan juang yang lantang kau serukan.
Cukup doa, melulu begitu dalihku.
Padahal, doa pun putus-putus tersalip harap berisi kepentingan pribadi belaka.

Ternyata.
Pada nyata pekik seorang pemuda bermata syurga
yang kusaksikan dari atas sofa empuk depan layar kaca,
aku terduduk. Terhenyak lantak segala jumawa.

Gaza, bagaimana bisa mendaku tetap mencintaimu dengan segala lemahku?
Lantas aku dikuasai malu; olehmu, Gaza.

Gaza, tunggu aku disana, enyahkan lemahku, lalu mencium merdekamu!

3 Desember 2012. Mereka bilang kau dekat menuju merdeka. Aku bahagia, sekaligus takut tak kunjung dapat jatah di perjuangan…

View original post 2 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s