dari sudut Menteng

dari sudut Menteng

Mencoba mengambil pelajaran dr kesempatan berharga malam ini, ketika by that way, mendadak ibu mengajak saya menemani beliau ke kediaman pribadi Kedubes AS untuk memenuhi undangan. Sempat berfikir beberapa lama, mengingat kembali satu bab skripsi yg deadlinenya besok, dan akhirnya memutuskan untuk ikut. Barangkali bisa ambil bekal untuk perjalanan dan kehidupan di masa depan. Who knows?

Dan, hm, apa kira-kira pelajaran yang bisa saya ambil dan simpan?

Network baru, kemampuan mujamalah (diplomasi alias basa-basi :D), dan, semoga, sebuah cita-cita.

Bertemu dengan orang-orang yg tiap hari ‘dilawan’ dan ‘dimusuhi’ secara ideologis sejak kecil, bertukar senyum dan setulus mungkin berteman sebagai manusia, di satu sisi melatih kemampuan kita merealisasikan ideologi dengan cara yang makin apik..

Saat ini baru bisa belajar dan mengamati bagaimana para guru itu mengajari saya: Ibu, dan bapak ustadz gubernur jabar+istri tersebut, tentang bagaimana semakin faham apa yg dibawa, harus semakin cerdas pula kita membawanya.

Ah, cita-cita itu.
Suatu saat nanti, semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s