Faraziyya

suatu kala, seorang adik yang hanya ku kenal di dunia maya, mengutip ini:

“Dan lihatlah betapa
tidak ada yang lebih mudah kita ingat melebihi apa yang kita cintai. Kita mudah mengingati apa yang sangat
berharga –betul-betul kita rasa berharga—buat diri kita. Semakin besar kecintaan kita kepadanya, semakin besar perhatian kita kepadanya dan semakin lekat ingatan kita terhadapnya.”
-tentang kitabullah, oleh Ust. Mohammad Fauzil Adhim

Lalu aku mengutipnya, menempelkannya di desktop laptop, berharap kata-kata itu bisa tertatap, terserap dan terngiang di banyak kesempatan. Hanya, tak seperti yang diharap, tujuan itu terhalang banyak kelemahan diri. Dan kali ini, aku rindu ia, rindu kalam-Nya untuk aku nikmati dalam-dalam, tak ingin terus menerus sedangkal lisan.

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s