matang

matang

Kematangan tarbiyah hanya bisa didapat setelah kau jatuh bangun, setelah kau luka sembuh luka sembuh, setelah tertawa menangis, setelah semua sisi emosi terbentur, setelah pertanyaan kenapa dan bagaimana terjawab atau menguap, setelah sabar syukur sabar syukur, setelah waktu mendidikmu untuk matang!

Proses perjalanan hidup adalah semata ujian untuk memperlihatkan, seberapa tangguh kau meyakini Allah sebagai satu-satunya Dzat Yang Maha Segala: Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Lembut, Maha Pengampun..

Bercermin saja pada sejarah yang tak pernah usang. Bercermin tentang perjuangan, pengorbanan dan konsistensi pada ketidaknyamanan. Memang, sungguh kemudahan akan datang tepat setelah satu kesulitan.

——-

Kita cuma punya sedikit ilmu, sedikit ruhiyah, sedikit bekal..
Kecintaan pada Allah yang naik turun, kerinduan akan Rasul yang tarik ulur, tapi masih berani-beraninya punya mimpi segunung: meninggikan Islam setingginya.

Ah, tapi percaya. Per-ca-ya kita bisa.

Ya, sebab ini bukan (sekedar) soal menang kalah atau benar salah, tapi bagaimana kita belajar dan berkembang,

saat buntu lalu tercerahkan, di mana kita jatuh lalu bangkit..

terus meneruslah ikrarkan dalam diri: kita cinta Allah sampai kita mati.

kita dapat melakukan apapun yang kita inginkan. kita hanya perlu menginginkannya dengan ‘sangat’.

Allah, benar-benar hanya Kau yang Maha Sempurna.

(menuliskan ini suatu hari di tahun 2011, dan nyatanya proses pematangan itu seumur hidup.. proses mencintai-Nya itu sampai kita mati..)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s