proses..

proses..

kelak, ketika saya wafat, saya ingin dikenang sebagai seseorang yang punya warnanya yang khas. mungkin tidak segahar warna merah yang frontal dan mampu membuat orang takluk atau sebaliknya-benci, atau tidak secerah kuning atau orange yang membuat orang mudah ceria dan tertawa, atau sekalem coklat atau krem, atau..

saya memutuskan untuk memilih biru, tepatnya biru muda cerah ketoskaan, sebagai  bentuk ketegasan sekaligus kesejukan yang mampu menampung semesta. memilih mencoba tetap merangkul semua, meski itu adalah kemustahilan tingkat lanjut. mencoba menjadi duta Islam yang menentramkan, dengan standar baik buruk dan benar salah yang tercakup di dalamnya. yang pada akhirnya membuat birunya jadi berbeda. tapi di satu sisi, ini satu langkah menegaskan kepada diri sendiri: sekeras apapun kau berusaha, tidak mungkin seruanmu disukai oleh semua orang.

“kalau da’wah bisa diterima semua orang, pasti ada yang salah dengan da’wah itu. da’wah pasti menyinggung orang lain. ketika seorang pen-da’wah ingin diterima aman oleh semua orang, maka dia pasti menyembunyikan ayat-ayat Allah. kalau dia cari aman, berarti dia tidak menyampaikan risalah kenabian, melainkan risalah dirinya.”

-seorang guru dalam ulasan “Arkanul Ba’iah: Tajarrud”

pada akhirnya disukai dan dibenci itu pilihan kita sendiri. kita pun bisa memilih kita ingin disuka atau dibenci oleh siapa saja. dan di antara semua pilihan itu, saya akan sangat bersyukur ketika pilihan-pilihan hidup saya disukai oleh orang-orang terdekat yang mengajari saya Islam, adik-adik yang membuat saya semakin senang berbagi tentang Islam, dan diridhai oleh Dzat yang memberi saya nikmat Islam.. dan selalu, saya berharap agar Dia juga terus meluruskan saya ketika ternyata pilihan-pilhan sikap yang saya ambil belum tepat, dengan cara apapun yang menurut-Nya baik..

“Da’wah itu sendiri proses pendewasaan. Sebab tidak ada satu pun di antara kita yang siap sedia dengan sekarung kearifan saat pertama kali menapaki belantara da’wah. Da’wah yang mengajarinya arif.”

– Muthmainnah, dalam Tembang di Padang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s