bekerja saja

bekerja saja

belajar selama dua tahun berturut-turut, 2011 dan 2012, saya jadi semakin paham bahwa kunci untuk membuktikan gerakan ini adalah rahmatan lil ‘alamin berpusar pada dua hal: kerja keras dan kemampuan menampung semesta konstituen rakyat kampus.

meskipun masih ada sebagian kawan yang secara jujur mengakui, “memang bagus sih, tapi secara kebijakan kampus maupun nasional itu nggak banyak yang dilakuin”, saya tetap angkat topi karena di tengah krisis dan apatisme terhadap gerakan, dua lembaga ini mampu mengakarkan gerakan mahasiswa sampai ke akar rumput.

ya, kerja keras. tidur lebih sedikit, mendengar lebih banyak, paling awal tahu tentang permasalahan yang ada, paling cepat sampai di lokasi kejadian, dan mau bekerja keras mengupgrade diri untuk hal-hal yang bahkan awalnya di luar kapasitas dirinya.

kemudian kedua, kemampuan menampung semesta. ini juga ditentukan oleh sikap open minded dan mau bekerja sama dengan pihak-pihak yang berseberangan secara ideologis dengan dirinya. bahwa yang ingin berkontribusi untuk kampus dan bangsa ini bukan hanya Tarbiyah, tapi juga ada HMI, GMNI, PMII, dll. maka fokus pada apa yang bisa diberikan secara bersama akan memperpendek jurang yang ada. ajaran paman guru, “bekerja sama terhadap hal-hal yang disepakati dan bertoleransi terhadap hal-hal yang berbeda” dipahami dan diterapkan sebisa mungkin. bersikap santun dan mengakui secara jujur bahwa berjalan sendirian menuju gerbang bukan pilihan yang baik. memang agak riskan karena akan timbul beberapa sifat permisif yang tidak sejalan dengan value gerakan ini, tapi selama sang pemimpin mampu bersikap profesional dan terdepan dalam pelayanan, orang lain akan respect terhadap hal-hal prinsip yang secara berbeda memang ada.

dan, ah ya, ‘ala kulli hal, agaknya ruh at-Taubah: 105 memang mengakar kuat. “bekerja saja, jangan banyak bicara”, “inspirasi dan berkarya itu bisa dilakukan siapa aja Fah, kayak apa itu ayatnya, “bekerjalah kamu..”

yap, indeed.

dan kembali, saya bersyukur  menjadi bagian dari barisan-gerakan ini, mampu melihat langsung proses pembelajaran yang saudara-saudara tersebut beri, untuk kemudian saya kembali bagi di sini. 🙂

anyway, thanks to Ustadz Musholi dan PPSDMS yang mengajari kami nilai-nilai ini: tetaplah objektif dan open minded. *kemudian ditimpuk pembaca karena mendadak chauvinis* 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s