ringan

ringan

adakah yang lebih membahagiakan ketimbang mendengar kabar-kabar bahagia dari dan untuk orang-orang yang kita sayang?

nyaris tidak ada.

ya, kecuali jika kabar buruk itu artinya sejengkal lebih dekat kepada syurga, maka tidak ada alasan untukmu tidak tersenyum lebar dan ikut berteriak (meski hanya dalam hati) membagi semua kebahagiaan yang bersumber dari saudara-saudarimu.

si ini dan anu yang satu per satu menggenapkan separuh agama, sidang kelulusan, ulang tahun, berita kelahiran, pujian dan sanjungan, dan lain sebagainya, apa-apa yang mungkin dari titik yang lain sangat memungkinkan bisa membuatmu terjatuh, adalah sumber-sumber kebaikan dunia yang bisa membuatmu lebih bersemangat menjalani hidup jika disikapi dengan kelapangan dan penerimaan yang utuh atas setiap takdir-Nya.

ya, kecuali kau memang belum sepenuhnya ikhlas menyayangi mereka. belum bisa selebarnya membuka ruang penerimaan dalam otak dan hatimu, atas kondisi dirimu saat ini. πŸ™‚

sebab apa-apa yang baik/buruk menurut penglihatan terbatas kita sebagai manusia belum tentu baik/buruk di masa depan, di masa mendatang, dan untuk orang-orang sekitar kita. itulah kenapa dalam lingkup ketidaktahuan kita sebagai manusia, kunci untuk terus ringan melangkah dan bergerak ke depan adalah dengan terus berprasangka baik pada Allah. πŸ™‚

“prasangka baik atas kemurahan-Nya adalah sumber kekuatan terbesar” – Bu Kasiyah
“Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah” – Qalawun

β€œβ€™If you are grateful, I will surely increase you [in favor],’” (QS. Ibrahim: 7)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s