unsaid

unsaid

untuk setiap jerih keringat, setiap proses pembentukan kematangan, setiap ikhtiar penjagaan yang kadang belum kufahami, setiap kesabaran yang tak pernah berbanding lurus dengan perlawananku, setiap doa yang tak putus-putus, setiap keridhoan dan kelapangan yang akhirnya kau luruhkan, dan untuk semua kebaikan yang tak pernah mampu kuhitung..

kuucapkan terima kasih, Pak, Bu..

hanya bisa berharap agar suatu saat aku bisa membuktikan–di tengah ketidakpandaianku menyampaikan rasa sayang, bahwa inilah cara-caraku menyayangimu, Pak, Bu..

selalu, selalu, selalu berharap agar Allah berkenan menyampaikan betapa, betapa, betapa, betapa putrimu ini sangat menyayangimu Pak, Bu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s