demarkasi

demarkasi

berdiri di garis demarkasi ini seringnya membuat mata terlilip dan berair karena terlalu banyak debu, membuat saya sering terjatuh duduk karena hantaman kenyataan yang jauh dari cita-cita dan idealita.

tapi saya belajar banyak hal, banyak sekali.

saya belajar bertahan untuk terus berdiri tegap lagi dan lagi, setelah sekian kalinya terjatuh.

saya belajar bertahan untuk kembali mensyukuri, masih ada home yang nyaman, dan dengan lembutnya menjernihkan mata saya lagi

saya belajar bertahan dan mem-bambu, tidak mudah patah dan lentur menghadapi setiap keadaan.

saya belajar bertahan menangkap mata-mata yang jujur dan lurus, dan mendoakannya agar tetap terpelihara..

di garis demarkasi ini, saya belajar berharap..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s