Juni

Juni

“karena Allah,” adalah alasan yang paling sederhana sekaligus rumit atas setiap gerak dan langkah yang kita ambil.

“karena Allah,” kadang menjadi alasan pelindung untuk nafsu yang terselubung, tapi mengingat alasan itu kembali bisa membuat kita terpukul dan terbangun: terburu-buru membereskan apa yang tak sesuai dengan ingin dan aturan main-Nya.

“karena Allah,” juga menjadi jawaban paling menenangkan sekaligus menguatkan atas semua pertanyaan yang menggantung di benak kita.

dua kata itu dapat membuat kita bertahan berdiri meski dalam kebingungan, sekaligus membuat kita ringan melepaskan.  ya, karena Allah Maha Berkehendak, atas setiap penciptaan, atas setiap jalan hidup, atas setiap jalinan cerita yang kadang terlalu rumit untuk dipahami oleh akal dan perasaan kita.

“karena Allah,” (mungkin) yang membuat hujan tetap tabah bergulir di bulan Juni, meski takut-takut, meski ragu-ragu,

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserapkan akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Damono)

 

Advertisements

3 thoughts on “Juni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s