Ruh

Ruh

BBM salah seorang murid pra tahsin pasca ujian hari ini,

ScreenShot1371379047489ed ScreenShot1371379065249ed

membayangkan kembali beliau beserta tiga ibu-ibu lainnya yang selalu bersemangat hadir setiap pekan, datang on time, selalu tekun menyimak dan tidak patah semangat walau berkali-kali salah (dan mengulang di level yang sama), menjadi peserta ujian yang datang awal, serta cerita-cerita hidup mereka yang membuat saya sesekali tersedak dan malu karena kurang bersyukur.. maka membaca pesan di atas benar-benar membuat pecah-belah-banjir: terharu. :”) adakah yang lebih membahagiakan daripada mampu merasakan nikmatnya Islam bersama-sama? :”)

ScreenShot1371379090343ed ScreenShot1371379098787ed

ya, mengingat sosok-sosok itu seringkali memberi energi sendiri untuk kembali menata dan memperbaiki diri lagi. sebagaimana semangat baru dan “aksi menampar diri sendiri” setiap kali menjawab pertanyaan-pertanyaan simpel adikpenuhsemangatitu soal cita-cita Qur’ani-nya,

ScreenShot1369563520722 ScreenShot1369715879500 ScreenShot1369715911522 ScreenShot1369563742103

ya, sebab Qur’an selalu memberi ruh yang berbeda atas setiap langkah kita, atas setiap cita rasa hidup kita..

“Setiap jiwa itu ada karatnya. Dan kenikmatan membaca Al-Qur’an sangat bergantung dari seberapa tebal karat di jiwa kita.” – Ust Abdul Aziz

semoga Allah selalu merahmatimu Bu, dek, dan kita semua, dengan Qur’an.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s