Always Be There..

Always Be There..

di sebuah ruang tunggu rumah sakit, setelah menjenguk seorang kakek tua yang baik hati

“Mas, tuh Mas, masa Yusuf nggak mau diminta ngisi mentoring”, laporan bernada setengah mem-bully itu keluar dari mulut saya, yang sembari menyengir lebar. Di hadapan saya berdiri dua sosok jangkung berbeda usia. Enaknya jadi anak tengah begini memang, punya kewenangan melapor pada yang tua sekaligus mem-bully yang muda, hehe..

“Eh, jangan salah Mbak, Walaupun belum mau ngisi di kampus, Yusup kemarin waktu Ramadhan ngisi  anak-anak SMP di Cilangkap lho!” mahasiswa tingkat dua itu mengelak. Raut wajah jenakanya protes.

“Oh ya? Serius?”

“Iya, materinya ma’rifatullah,” nadanya mantap,  tapi entah kenapa terdengar semakin lucu.

“Ciyeee..” saya dan sosok lelaki berkacamata di hadapan saya mulai semakin semangat menggoda adik yang satu ini.

“Iya, tapi  ngambil materinya nggak dari buku-buku modul yang biasanya, hahaha. Bahkan pas udah selesai Yusup kasih PR ke anak-anaknya, ‘coba jawab pertanyaan: di manakah Allah?'”

“Oh ya? emang jawabannya apa Sup?” tidak seperti saya yang membesarkan mata–antara salut, penasaran, dan ingin mem-bully, Mas Faris balik bertanya dengan tenang sekaligus menantang.

Fis samaa (di langit)…” yang ditanya mengarahkan tangannya ke atas seraya menjawab mantap. Wajah kalemnya justru membuat kami semakin tertawa geli.

“bagus!” Mas Faris mengacung jempol sembari balik bertanya, “Jadi kalau ada yang bilang, “Allah itu ada di mana-mana?””

“itu yang dimaksud adalah kebersamaan Allah dan sifat-Nya yang mengetahui segala sesuatu,” adik berhidung mancung itu melanjutkan jawabannya. Saya tersenyum-senyum kagum dengan didikan Ustadz Yusuf Mansur yang satu itu. Dia belajar dengan caranya yang unik.

“wa huwa ma’akum ayna maa kuntum..”

Sepersekian detik, “hoo, iya ya,”mendadak saya merasa bodoh, “terus berarti ayat yang “wa nahnu aqrabu min hablil wariid” (QS. Qaf: 16) itu gimana Mas?” paling seru itu merasa bodoh di depan orang yang benar-benar tahu ilmunya. Selama ini saya tidak terlalu mempertanyakan hal-hal yang bersinggungan dengan filsafat ketuhanan, maka berdiskusi dengan dua sosok yang pernah mengenyam pendidikan dengan latar nahdliyyin ini menjadi jalan pembuka pikiran saya dengan cara sederhana.

“iya, yang dimaksud di dalam ayat itu adalah bahwa ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.” Jawaban Mas Faris menutup diskusi singkat kami sore itu.

diskusi singkat yang kalau diingat-ingat, jadi penguat yang cukup hebat ketika kaki mulai goyah menapak.

wa huwa ma’akum ainamaa kuntum.. (QS. al-Hadid: 4)

So when the time gets hard
And there’s no way to turn
As He promised
He will always be there

To bless us with His love
And His mercy ’cause
As He promised
He will always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s deep in our hearts

So when you lose your way
To Allah you should turn
‘Cause as He promised
He will always be there

He brings us out from the darkness into the light, Subhanallah
Capable of everything
We should never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance all the way
Through our short time we have in this life
Soon it’ll all be over and well be
In His heaven and we’ll all be fine

[He Will Always Be Ther – Maher Zain]

yeah, soon it’ll all be over and well be, in His heaven and we’ll all be fine..

yang harus benar-benar kita usahakan adalah terus berjuang melangkahkan kaki ke syurga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s