gelas

gelas

Ini seperti membawa segelas air dengan selembar kertas tipis, dan kau diminta berjalan sepanjang Shafa dan Marwa. Terasa jauh dan lama, tak sampai-sampai, dan kau harus sangat berhati-hati sekali agar airnya tidak tumpah.

pada proses membawa gelas itu, kau semakin sadar kau makhluk dengan penuh keterbatasan, kau sadar ada banyak hal-hal yang di luar jangkauan yang mampu membuatmu kehilangan fokus, menyenggol gelasmu sehingga terjatuh, atau bahkan mungkin berpotensi memecahkan gelasmu.

Tapi di tengah situasi seperti itulah, kau makin sadar, hanya kebaikan Allah yang Kau harapkan.

sebab segelas air ini adalah sebuah janji untuk menyejahterakan, untuk terus menumbuhkan. untuk terus menyambungkan nafas menuju Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s