an endless gratitude

an endless gratitude

Rasa setelah pernikahan adalah rasa (yang harus terus diupayakan agar) abadi.

Ini bukan hanya tentang aku dan dia, tapi juga dengan-Nya.

Memupuk kedekatan yang terus menerus dengan-Nya, memohon perlindungan dan penjagaan dari Yang Maha, karena apalah kita yang jangkauan penjagaannya tak lebih panjang dari sehasta.

Rasa setelah pernikahan adalah rasa (yang harus terus diupayakan agar) abadi. apa rasa ini yang disebut cinta? hmm, aku ingin mendefinisikannya lebih tinggi daripada itu. sebab ada tanggung jawab, ada kerja keras, ada peluh, ada upaya yang terus menerus untuk memberi dan saling menumbuhkan untuk mencapai cita-cita tertinggi. Ada kelegaan mengekspresikan setiap emosi, beban, cerita-cerita, impian. Ada harapan, agar setiap senyum, tawa, canda, peluh, lelah, sedih, bahagia, cemburu (:p), mendulang pahala dan semakin mendekatkan kami pada-Nya.

yap, ini tentang kami, yang tengah berjalan, berlari, terjatuh, bangkit lagi, dan terus bergerak menuju-Nya.

Allah, terima kasih telah memilihkannya untukku menuju-Mu. Sampaikan kami pada keabadian di surga-Mu.

Β IMG-20131210-WA0001

Kakak, te-ri-ma ka-sih, :’)

jika syukur memiliki derajat lebih mulia dibanding cinta, agar engkau tahu, aku bersyukur menjadi separuh jiwamu. :’)

sudut ruang canda kita, 16 Desember 2013

Advertisements

8 thoughts on “an endless gratitude

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s