Dear Azima..

Dear Azima..

Assalamu’alaikum nak, apa kabar mimpimu siang ini? sepertinya seru sekali ya. lihat, tanganmu sampai terangkat-angkat begitu semangat 😀 Teruskan mimpimu lebih lama lagi ya naak, supaya bunda bisa lebih banyak bercerita dan berbincang denganmu lewat tulisan ini, 😀

Dear Azima shalihah,

Bunda berharap kelak kau menjadi hamba yang senantiasa bersyukur, bersyukur Allah beri kesempatan untuk menghirup udara di dunia, bersyukur hidup di tengah-tengah keluarga yang sangaaat menyayangimu. Ayahmu, Bundamu, Mbah Kakung, Mbak Uti, Pakde Aaf sampai Bulek Himmah, semuanya menyambutmu dengan gembira ketika mengetahui kau akhirnya terlahir ke dunia. Lihatlah Mbah Uti yang sampai membela-bela mengantarmu dan bunda dini hari itu ke RS, padahal beliau baru saja sampai rumah dua jam sebelumnya, mengabdikan diri untuk negara. Ayahmu yang rela dengan begitu sabarnya menggantikanmu popok di tengah malam, meninggalkan amanahnya di kantor selama beberapa hari demi menemani bunda dan engkau di hari-hari pertama kelahiranmu.

Ketahuilah nak, betapa bersyukurnya bunda ketika Allah titipkan amanah berupa kehadiranmu. Rasanya bunda lupa seperti apa rasa nyeri ketika kontraksi berjam-jam, ketika akhirnya harus berjuang mengejan untuk mengantarkanmu menengok dunia yang ramai ini. Pun ketika beberapa malam setelahnya bunda masih harus menahan nyeri pascamelahirkan, kalau ditanya seperti apa rasanya sekarang, bunda lupa. Semua rasa nyeri itu terhapus ketika melihat matamu–yang sangat ayahmu itu, mengerjap-ngerjap bening menatap sekitar, ketika kau tertidur pulas dan sesekali menyunggingkan senyum..

Bunda berkali-kali belajar soal keajaiban dari proses kehamilanmu sampai detik ini kau tertidur pulas di pangkuan bunda. Kau yang dulu mungiiil sekali menggantung di dinding rahim bunda, kau yang menendang dan latihan meninju 😀 di dalam rahim bunda, kau yang akhirnya berhasil keluar dengan selamat di dini hari itu, sehat, dengan wajah yang sangat menyerupai ayahmu..  mengerjapkan mata ke arah bunda. Fatabarakallahu ahsanul khaaliqiin. Sungguh Allah sebaik-baik Pencipta. 

Bunda takjub ketika melihatmu yang menyusu dengan begitu semangat, siapa yang mengajarimu nak? Lebih takjub lagi ketika melihatmu tersenyum lebar dan tertawa ketika kau tertidur.. Lama kelamaan bunda mengenyampingkan pertanyaan, “siapa yang mengajarimu,” karena sudah terjawab sendiri..

Ar-Rahmaan. ‘Allamal Qur’aan. Khalaqal insaan. ‘Allamahul bayaan.. (QS. Ar-Rahman: 1-4)

Ya, kau yang saat ini belum bisa melihat sekitar dengan sempurna, pastilah diajari untuk beraut manis seperti itu oleh-Nya.

Kehadiranmu juga membuat bunda semakin menyayangi ayahmu, lelaki yang miladnya bertepatan sepekan setelah miladmu (Maha Besar Allah yang merancang takdir ya 🙂 ), lelaki yang pada beberapa momen bisa membuat bunda menangis karena terharu dengan kelembutannya, sekaligus pada momen yang lain membuat bunda tertegun karena raut kerasnya ketika melindungi orang-orang tercintanya, dan ketika berkaitan dengan harga dirinya. bunda masih ingat raut dan nadanya yang berbeda ketika berurusan dengan administrasi dan birokrasi RS yang berbelit, ketegasannya memberi ketenangan sendiri..

Itulah sebab bunda senang sekali ketika menyematkan nama ‘Azima’ untukmu, nak. Meski harus melalui proses panjang syuro dengan keluarga besar kita, terutama Pakde dan Paklemu yang canggih-canggih dari sisi bahasa itu. :D.

‘Azima’, artinya yang memiliki kekuatan tekad, agar kelak kau dapat meneladani sosok-sosok luar biasa di masa lampau, dan masa kini (termasuk Ayahmu itu) yang memiliki tekad kuat untuk mewujudkan beragam cita dan kebaikan. Agar kelak setiap kali bunda melihatmu nak, bunda melihat kembali perwujudan cinta yang dalam dari ayahmu. Agar ketika ada hal-hal yang membuat bunda kesal dengan ayahmu (:D), bunda tersadar kembali bahwa ada sejuta kebaikan dari ayahmu yang tercermin pada sebagian sosokmu. Sebagian? Iya, sebagiannya lagi kan cerminan bunda, haha.. Memicu bunda untuk menjadi sebaik-baik orang tua untukmu..

‘Tsurayya’, artinya kumpulan bintang-bintang. Sematan ini juga sebagai cermin ayah-bundamu yang penggemar bintang, hehe. Bunda berharap kelak kau seperti yang Allahyarham Ustadz Rahmat Abdullah tuliskan dalam bait syairnya,

Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina..

Tapi ya, secantik apapun cahaya  bintang-bintang, tetap ia fana. Karena itu, bunda berharap agar kelak kita bisa mengejar keabadian sejati di syurga kelak. 🙂

‘Senjaya’, nama ayah nomor satu di dunia, :’)

IMG-20140903-WA0008

Azima Tsurayya Senjaya, tumbuh dan mekarlah untuk kebangkitan Islam!

Luv youu, my little girl, my little angel, bunda isi bahan bakar dulu yaaa, sebelum mimpimu berakhir karena kelaparanmu 😀

-bunda di hari kesepuluhmu, 6 September 2014.

 

Advertisements

6 thoughts on “Dear Azima..

  1. Dear dedek Azima, selamat datang di dunia yang baru ini. Hihi aku suka namanya deh. Semoga dedek Azima nantinya bisa menjadi cahaya untuk masyarakat bumi ini :))

  2. (i missed this post til now..)
    That’s a beautiful name. Apalagi nama tengahnya: Tsurayya. I’m, myself, always adore that name.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s