yang mana?

yang mana?

di perlintasan lomba lari, beberapa pelari terjatuh. ada yang meringis kesakitan, kemudian menyerah. Ada yang meringis kesakitan, kemudian berusaha bangkit dan melanjutkan perlombaan.

di bangsal rumah sakit, beberapa ibu sedang berjuang untuk melahirkan. ada yang mengeskpresikan kesakitannya dengan berteriak-teriak, ada yang memilih untuk menarik-hela napas sambil berdoa.

di pelosok desa, dua anak lelaki belajar dengan lampu petromaks. ada yang setengah jam sudah berangkat tidur karena berfikir akan sia-sia saja semua ilmunya, ada yang berjam-jam bertahan membaca karena berfikir ilmulah yang akan membantu mengubah nasibnya.

di pengadilan, dua lelaki dipidana karena melakukan kejahatan. ada yang menerima hukuman dengan dendam, dan melanjutkan kejahatan setelah pembebasan. ada yang menerima hukuman dengan lapang dan bertekad menjadi orang baik-baik setelah pembebasan.

di sebuah kelas, dua orang siswa dicaci teman-temannya karena alasan kekurangan fisik dan harta. ada yang menyimpan dendam dan berbalik menjadi pembunuh setelah dewasa, ada yang memaafkan dan tumbuh menjadi dermawan yang berkelimpahan.

kita sering dihadapkan pada tawaran-tawaran hidup yang sebetulnya tidak berbeda antara satu dengan lainnya. tapi tindakan kita memilih tawaran yang mana itulah yang akan membedakan kita: menjadi pemenang atau pecundang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s