‘Uluwwul Himmah

‘Uluwwul Himmah

Setiap harinya bagi kita adalah tantangan, tapi bentuk dan kadar tantangannya seperti apa sangat ditentukan sejauh dan sebesar apa cita-cita kita. Bagi yang pergi kuliah ke kampus untuk sekedar mengisi waktu atau terlihat keren misalnya, tentunya akan menganggap kendala berupa jarak yang jauh atau ketiadaan transportasi adalah kendala yang sangat berarti. Tapi bagi yang berniat kuliah ke kampus untuk mendapat ilmu sebanyak-banyaknya, yang dengan begitu bisa mendapat bekal untuk berbagi pada masyarakat, ia akan menjadikan kendala jarak, ketiadaan transportasi, atau bahkan ketiadaan finansial sebagai challenge untuk membuktikan bahwa cita-citanya cukup mulia untuk diperjuangkan. Ia akan mencari solusi dan tidak stuck pada satu hambatan, meyakini bahwa akan ada jalan untuk mereka yang memang punya kesungguhan.

Hari-hari ini saya diingatkan kembali soal himmah, yang secara bahasa memiliki arti semangat atau cita-cita, tetapi secara maknawi setidaknya punya tiga makna: pertama adalah niyyah (niat), kedua adalah iradah (kehendak), dan ketiga adalah ‘azimah (tekad). Sebagai contoh, saya berniat untuk pergi ke seminar di Islamic Society of  San Francisco besok pagi, ia baru sebatas niat jika hanya sebatas lintasan pikiran, berubah menjadi kehendak ketika mulai direncanakan, dan berubah menjadi tekad ketika saya dengan kesungguhan mulai melakukan perjalanan naik bus dan BART menuju San Francisco.

karena tidak semua bintang letaknya di langit. ada juga bintang laut :) semuanya sama-sama ciptaan Allah, bertasbih pada-Nya
karena tidak semua bintang letaknya di langit. ada juga bintang laut 🙂 semuanya sama-sama ciptaan Allah, bertasbih pada-Nya.

Orang yang memiliki ‘uluwwul himmah atau semangat yang tinggi tidak akan mudah goyah ketika ada satu dua atau seribu kendala yang menghalangi cita-citanya. Ia tidak akan mengambil banyak keringanan-keringanan yang dengan begitu justru memperbesar peluang kemalasan atau berkurangnya rasa kesungguhan dalam dirinya. Bukankah manisnya perjuangan baru terasa ketika sudah lelah berjuang?  Di samping itu, ia akan memperbaiki kesalahannya yang lalu jika memang ia sadari itu sebagai penghambat bagi cita-citanya.

‘Uluwwul himmah tidak terbatas pada ‘kekerenan’ cita-cita yang tampak ‘wow’ dari segi materi, tapi ia disandarkan pada visi ukhrowi yang mungkin kadangkala jauh dari gemerlap dan tepuk tangan dunia. Adakalanya ia merajut impiannya di sudut yang sepi, kasat mata mungkin tak tampak, tapi manfaatnya bisa dirasa sejagat, jika tidak sekarang mungkin nanti. Pun jika harus berhadapan dengan tepuk tangan dunia, orang yang memiliki ‘uluwwul himmah juga harus bertarung dengan dirinya, dengan bisikan untuk riya’, ‘ujub atau sum’ah,  manakala ekspektasi orang membuatnya kehilangan arah karena tidak ingin membuat khalayak kecewa.

‘Uluwwul himmah akan membuat orang mampu memikul beban yang berat, terus mengulang-ulang dalam jiwanya untuk tidak sebatas berfikir tentang dirinya, tapi juga untuk orang lain. Hari-hari ini, ketika semakin banyak fenomena sosial yang membuat kening berkerut, mungkin sudah saatnya tidak lagi berfikir mendekap anak erat-erat saja di dalam rumah, mengurungnya agar steril dari ‘ragam kejahatan dan penyimpangan sosial’, mungkin sekarang saatnya saya, anda, kita semua berfikir ulang: apakah yang saya lakukan saat ini bagian dari perwujudan cita-cita yang mulia? Adakah ‘uluwwul himmah itu bersemi di dada kita?

Advertisements

6 thoughts on “‘Uluwwul Himmah

    1. makasih mbak miaaa, makasih udah menginspirasi ifah untuk terus bercita-cita tinggi :”) , btw, itu karena topinya mbaak, haha, tapi sejak di sini azima emanglbh banyak makan sih mbak 😀 mgkn karena suhu dingin jadi lebih cepet laper 😀

      1. Kebalik kali fah, you re the inspiring one! Hehe betul betul, saatnya gemukin badan itu, kalo ibunya saatnya bayar puasa, pendek kan yaa siangnya.. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s