Quote

FZQ #2

Amal shalih adalah buah alami keimanan, dan gerak yang bermula pada detik keimanan itu menghujam dalam hati. Maka keimanan adalah hakikat yang aktif & energik.
Begitu hakikat keimanan menghujam di dlm nurani, maka pada saat itu pula ia bergerak mengekspresikan dirinya di luar dalam bentuk amal shalih.
Itulah amal islami. Tidak mungkin tinggal diam tanpa gerak, atau tersembunyi tanpa menampakkan diri dalam bentuk yang dinamis di luar diri sang Mu’min.
Jika tidak bisa melahirkan gerakan yang alami tersebut maka keimanan itu berarti palsu atau mati.
Sama seperti bunga yang tidak bisa menahan semerbak wewangiannya. Ia pasti muncul secara alami. Jika tidak, bisa dipastikan tidak ada!

 

Sayyid Quthb, Fi Zhilalil Qur’an, Tafsir surat Al-Ashr

Advertisements
FZQ #1

FZQ #1

Qalbu yang mempercayai hakikat tauhid ialah qalbu yang menempuh perjalanan di bumi ini berdasarkan petunjuk, sebab matanya senantiasa tertambat ke satu bintang di angkasa. Dia pun tidak tersesat. Juga karena dia mengetahui satu-satunya sumber kehidupan, kekuatan, dan rezeki; satu-satunya sumber manfaat dan kemudharatan; satu-satunya sumber anugerah dan penolakan. Maka, dia melangkah dengan pasti menuju sumber itu.

Dia hanya meminta bantuan kepada-Nya, menggantungkan kedua tangannya kepada satu tali yang terikat kuat. Arahnya mantap menuju satu sasaran, tidak melirik ke kanan dan ke kiri. Dia melayani Satu Majikan. Dia mengetahui apa yang disukai majikannya, lalu dia melakukan perbuatan itu. Dia mengetahui apa yang membuat-Nya murka, lalu dia meninggalkannya. Dengan demikian, segenap kekuatannya menyatu dengan padu. Dan, dengan segenap kekuatan dan upayanya, dia menjadi produktif, sedang kedua kakinya berpijak ke tanah seraya menatap Tuhan Yang Satu di langit”

(Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Surat Az-Zumar ayat 27-29)

kalau ada tangan yang tulisannya mampu menganaksungai sekaligus membakar, dia adalah Paman Sayyid Quthb..