daddy-daughter

daddy-daughter

azima dan ayah: like father like daughter
azima dan ayah: like father like daughter

percakapan azima dan bundanya siang tadi setelah makan mangga:
bunda: azima, sudah habis ya mangganya,
azima: abi (abis), abi (abis),
bunda: iya, nanti kita makan mangga lagi kalau ada ayah ya
azima: ayah, ayah (nunjuk gambar boneka-boneka hewan di dinding, biasanya jadi panduan ayahnya untuk buat boneka jari dari kain flanel)
bunda: iya, ayah yang buatin azima boneka gajah ya
azima: gadaah (gajah)
bunda: iya, terus apalagi?
azima: ssh.. (sambil pegang bahunya, memperagakan ketika ayahnya gendong azima di bahu)
bunda: hoo, azima seneng ya digendong bahu sm ayah?
azima: (angguk-angguk)
bunda: (senyum-senyum terharu: anak gadisnya sudah mulai semakin kuat perasaannya :”))

:)
🙂

thanks for being there,Azima, and Azima’s daddy 🙂

an endless gratitude

an endless gratitude

Rasa setelah pernikahan adalah rasa (yang harus terus diupayakan agar) abadi.

Ini bukan hanya tentang aku dan dia, tapi juga dengan-Nya.

Memupuk kedekatan yang terus menerus dengan-Nya, memohon perlindungan dan penjagaan dari Yang Maha, karena apalah kita yang jangkauan penjagaannya tak lebih panjang dari sehasta.

Rasa setelah pernikahan adalah rasa (yang harus terus diupayakan agar) abadi. apa rasa ini yang disebut cinta? hmm, aku ingin mendefinisikannya lebih tinggi daripada itu. sebab ada tanggung jawab, ada kerja keras, ada peluh, ada upaya yang terus menerus untuk memberi dan saling menumbuhkan untuk mencapai cita-cita tertinggi. Ada kelegaan mengekspresikan setiap emosi, beban, cerita-cerita, impian. Ada harapan, agar setiap senyum, tawa, canda, peluh, lelah, sedih, bahagia, cemburu (:p), mendulang pahala dan semakin mendekatkan kami pada-Nya.

yap, ini tentang kami, yang tengah berjalan, berlari, terjatuh, bangkit lagi, dan terus bergerak menuju-Nya.

Allah, terima kasih telah memilihkannya untukku menuju-Mu. Sampaikan kami pada keabadian di surga-Mu.

 IMG-20131210-WA0001

Kakak, te-ri-ma ka-sih, :’)

jika syukur memiliki derajat lebih mulia dibanding cinta, agar engkau tahu, aku bersyukur menjadi separuh jiwamu. :’)

sudut ruang canda kita, 16 Desember 2013